Catatan ini berawal dari sebuah meme yang aku dapetin dari group gak penting banget, yang berisiknya minta ampun, dimana meme tersebut bertuliskan… “ Kadang, Turing adalah Jawaban “ tapi dalam versi bahasa bule yang katanya kurang nasionalis kalau aku menuliskannya disini. :P

Yup jaman telah sedemikian jauh berubah, (betul kan cing ?) dan kompromi pada kondisi saat ini merupakan cara paling aman untuk tidak ngenes saat menjalaninya, woles sudah menjadi semakin susah, toleransi dan berbagi semakin parah, yang ujungnya produk-produk kesehatan menjadi begitu dibutuhkan,, eh!?

Jadi jika kamu merasa kondisi mulai cepat lelah, hidup tak bergairah, sering menatap kosong tanpa arah, gampang marah, dan perut buncitmu berasa begah, maka itu gejala yang mengindikasikan bahwa sudah saatnya kamu merencanakan turing dan piknik, karena motormu pun sebenernya menginginkan hal yang sama, dipaksa kerja terus angkut-angkut kabel dan camera, pipa dan tangga, juga perkakas lainnya, tanpa libur dan turing ? hmmm… ter la lu bengis menurut si vega.

Nah catatan ini aku bagi agar setidaknya menjadi alternative referensi ketika kamu membutuhkan pengobatan dan pencegahan penyakit berbahaya dari akibat kurang turing dan piknik seperti tersebut diatas.

Jelajah Mangrove Karangsong

Memang namanya karang + song tapi kamu jangan membayangkan akan menemukan sebuah gugusan karang yang menjulang tinggi atau terhampar luas dengan segala keunikannya yang bisa bernyanyi atau rongga-rongga karangnya tertiup angin dan menciptakan nada siulan layaknya seruling atau nyanyian, terlalu lebay jika benar seperti itu khayalan kamu, karena kadang nama tidak sejujur kata-katanya, dan karangsong hanyalah nama dari sebuah desa yang berada di pinggiran kota Indramayu, dimana mayoritas penduduk desanya berprofesi sebagai nelayan, yang berarti mereka adalah keturunan asli dan pewaris Indonesia dari nenek moyang kita yang seorang pelaut.

Gerbang hutan mangrove pantai Karangsong

Dan apa kabar dengan kakek moyang yang ditinggal nenek melaut? Hayyaaaah! Anggep aja kakek moyang kita adalah biker yang selalu turing pada saat nenek tidak dirumah hahahaha gubrag!

Okeh serius….. hari itu adalah kali kedua aku mengunjungi Karangsong, yang pertama kalinya udah hamper dua tahun lalu, ketika aku dan teman2 menjadi bagian dari aksi penanaman mangrove dan revitalisasi pantai sebagai kawasan konservasi.

Dan yang kedua kalinya adalah sebagai turis aka wisatawan dimana perbedaan dari kedua moment itu sangat luar biasa, karangsong yang dulunya hanyalah pantai yang kumuh dengan aktifitas nelayan, selayaknya pantai nelayan pada umumnya, bakau dan mangrove hanya merupakan tanaman yang liar dan tidak berarti apa-apa, kini sudah terkonsep rapi sebagai pantai wisata yang sekaligus kawasan konservasi bagi banyak satwa dan hutan mangrove nya.

Perahu wisata Pantai Karangsong

Ramainya pengunjung menjadikan Karang Taruna setempat harus membentuk unit bisnis dan mengatur anggotanya untuk berperan aktif terbagi menjadi professional yang mengelola Pantai karangsong, menjadi sumber pendapatan bagi desa dan warganya selain melaut dan membuat kapal, keterlibatan dinas terkait, dan support penuh dari CSR Pertamina menjadikan karangsong sebagai pantai wisata yang menyajikan wahana-wahana seru dan siap bersaing dengan pantai wisata lainnya seperti Pantai Balongan, dan pantai Tirtamaya.

Yang menjadi beda dan merupakan wahana unggulan dari Karangsong, adalah adanya kawasan konservasi yang berupa hutan mangrove, yup mangrove yang dulu kita tanam bersama itu kini sudah menjadi hutan yang lebat dan dihuni oleh banyak macam satwa, burung-burung juga terlihat betah disana.

Bisa sekalian ke Pulau Biawak… udah dekeet

Area mangrove berada di seberang pantai, dipisahkan oleh sungai yang lebar dan dalam, dimana sungai tersebut adalah jalur dari kapal-kapal nelayan yang berjumlah ratusan bersandar disepanjang sungai hingga mendekati kota, sehingga untuk menikmati wahana hutan mangrovenya, kita harus menyeberangi dengan perahu.

Dengan tariff 15ribu perorang, kita akan diantarkan dengan perahu menyeberang menuju hutan mangrove, disana kita akan diturunkan dan dipersilahkan jalan kaki menjelajahinya, ada treknya dan ada tower diujung pantainya yang biasa dijadikan spot selfie, ada riuh kicau burung didalamnya, dan tentunya ada kesejukan yang sangat ditengah panasnya pantai.

Apa saja yang bisa kamu lakuin di pantai Karangsong?

Dengan pasirnya yang bukan putih bersih memanjang dan melengkung, maka kamu bisa mendirikan istana pasir!, berkreasi dengan bentuk dan posisi sesuai khayalan dan imajinasi, berenang juga bisa kamu lakukan sepuasnya, karena ada banyak persewaan ban dan pelampung buat kamu yang udeh segede ini masih belum bisa renang.

boleh nge-boat

Banana boat juga sudah terlihat mondar-mandir beriring teriakan histeris dan lebay para penunggangnya, perahu karet sepaket dengan dayungnya juga tersedia gratis setelah kamu membayarnya 40 ribu sepuasnya, belum lagi pemandangan sunsetnya yang kadang bisa sangat romantic.

Adanya pulau pulau buatan yang menyebar di pantai karangsong, akan terlihat semakin menarik, meski bentuk dan keberadaan pulau buatan itu kurang terkonsep bagus, tetapi sudah cukup lumayan menarik untuk disinggahi, meski disana ketemu tulisan “ dilarang menaiki batu”.

Dan kalau kamu bertanya tentang kuliner… maka sepanjang pantai sudah tersedia lesehan, dan lapak yang menyajikan menu khas Indramayu dan menu seafood yang masak dadakan, harganya pun masih tergolong murah, mengingat ikan laut dan kawannya langsung diambil dari nelayan yang jaraknya hanya hitungan langkah.

Kuliner Pantai Karangsong

Ada setidaknya dua anjungan lesehan yang menjorok ketengah pantai, disana kamu bisa maksimal menikmati hidangan sambil menebar pandangan kepenjuru jauh, semilir angin dan keteduhan atap rumbai, akan menyempurnakan keseruan santaimu bersama teman sepeturinganmu.

Untuk yang pengen sok elegan dan privasi, ada sebuah rumah makan dengan konsep laut juga diluar area wisata, dengan bangunan utama yang didesain sebuah kapal, dan gazebo diatas kolam tambak yang tertata unik, parker luas, dan bisa langsung sambil melihat kesibukan para awak perahu dalam mempersiapkan perburuannya, karena berhadapan juga dengan sungai dimana perahu-perahu bersandar.

View resto pantai Karangsong

Tiket masuk area wisata pantai karangsong permobil dihargai 15 ribu rupiah, untuk motor 5 ribu dan pejalan kaki perorangan hanya 3ribu rupiah, tanpa batasan waktu dan tanpa batasan area, dan tanpa asuransi hahahah karena memang masih bereferensi ke perdes, alias peraturan desa, jadi kalau mau petakilan atau pecicilan resiko tanggung sendiri.

Oh iya ada ATV yang bisa kamu pake seru-seruan keliling pantai, nyamperin cewek2 yang sedang selfi untuk sekedar nebeng eksis, ada juga kuda yang bisa lu pake buat makin terlihat macho, juga ada camping ground yang masih dalam proses pembangunan.

Jika nantinya ada camping ground, lalu fasilitas buat bilas yang tidak komersil (bilas per ember mungil 3ribu broh!) dan panggung hiburan, parker juga lebih ditata dan dialokasi rapi, maka Karangsong akan semakin berani untuk menjadi ikon wisata Indramayu.

Akses masuk dari jalur pantura sudah cukup jelas dan berpetunjuk arah, point TPI atau tempat pelelangan ikan menjadi titik dimana kamu gak bakalan nyasar, dan di map gugel pun pantai karangsong sudah terindex, sehingga jika kamu kekinian dengan androidnya, maka sangat memalukan jika nyasar atau tidak menemukan tempat ini.

Hal lain yang menjadi perhatian aku saat itu adalah adanya buanyyyak organ tunggal dengan nama-nama yang bervariasi disepanjang jalan yang aku lewati mulai pantura hingga kampong nelayan karangsong, bayangin jika satu organ tunggal punya satu artis andalan dan satu artis backup, maka berapa banyak artis dikampung tersebut, berapa banyak di kecamatan tersebut?…. jalur pantura memang jalur yang bergoyang yiiihaaa

Jadi jika mau adain event di Indramayu, untuk urusan entertain menjadi sangat mudah dan murah, ada buanyak pilihan  dan ada buanyak kesempatan hahahaha

Dayung perahu di Pantai Karangsong

Oh iya, jangan terlalu berharap dan berkhayal kamu bakal dengan  mudah nemuin gadis pantai berbikini, terlentang dan tengkurep berjemur mandi ultraviolet, karena disitu jika kamu menemukannya maka kamu termasuk orang-orang yang beruntung, dan jika kamu masih ngeyel untuk mencarinya, maka artinya kamu terlalu banyak nonton film bajakan!

Nah jadi jelas bahwa turing ke Karangsong akan membawa perubahan dan semangat baru untuk kamu kembali ke rutinitas kerjaan dan hidup, bagikan kebahagiaan dan saling mengingatkan, bahwa kadang turing adalah jawaban.

YVML#137

http://www.yamaha-vega.or.id/wp-content/uploads/2017/01/login-1024x548.jpghttp://www.yamaha-vega.or.id/wp-content/uploads/2017/01/login-150x150.jpgHappyclickTravelbolang cirebon,karangsong,obyek wisata di indramayu,pantai karangsong,tempat keren di indramayu,turing ke pantai,wisata indramayu,wisata mangrove,wisata mangrove karangsongCatatan ini berawal dari sebuah meme yang aku dapetin dari group gak penting banget, yang berisiknya minta ampun, dimana meme tersebut bertuliskan… “ Kadang, Turing adalah Jawaban “ tapi dalam versi bahasa bule yang katanya kurang nasionalis kalau aku menuliskannya disini. :P Yup jaman telah sedemikian jauh berubah, (betul kan...From Opensource to Brotherhood