Pengawasan (surveillance) merupakan bagian tak terpisahkan dari sistem keamanan. Keterbatasan yang dimiliki mata manusia telah menjadikan kamera sebagai perangkat pengawasan yang sangat penting. Namun tidak semua jenis kamera dibekali teknologi tinggi yang bisa diandalkan di segala medan. Berkenaan dengan itu, teknologi Thermal Imaging bisa menjadi solusi pengawasan yang tangguh di segala kondisi untuk memenuhi kebutuhan keamanan tingkat tinggi.

Kamera termal terbagi dalam dua tipe detektor. Yang pertama kamera dengan Cooled Infra Red Image Detector, sistem pendingin (stirling engine cryocoolers) yang dimiliki mempertajam proses penangkapan dan meningkatkan hasil gambar yang didapat kamera. Namun dibutuhkan perawatan rutin setiap 10 ribu jam atau kira-kira satu tahun pemakaian non-stop.

Tipe kedua adalah kamera dengan Uncooled Infra Red Image Detector. Meski kualitas gambarnya tidak sebagus Cooled Infra Red Image Detector tapi kamera ini bebas perawatan karena tidak dilengkapi sistem pendingin. Tapi perlu diingat bahwa untuk membeli atau memiliki kamera termal tidaklah mudah karena ada regulasi yang mengatur, khususnya bagi kamera dengan tipe detektor Cooled Infra Red Image Detector.

Berbeda dari kamera yang lainnya, resolusi kamera termal lebih rendah, mulai dari 80×60, 160×120, 320×240, 640×480, dan 1024×768 pixel. Perbedaan lainnya, kamera termal tidak seperti kamera konvensional. Kamera termal bisa bekerja dalam kondisi tanpa cahaya, dengan mendeteksi radiasi panas. Kamera termal dapat mendeteksi panas sampai tingkat suhu 0,1 derajat Celcius.
Pengaplikasian kamera termal di Indonesia masih tertinggal dari Amerika Serikat dan beberapa negara benua Eropa karena banyak masyarakat Indonesia yang belum menyadari dan memahami keunggulan kamera termal untuk diterapkan dalam berbagai bidang.

Pengamanan Perbatasan
Pengamanan perbatasan bisa menjadi salah satu contoh pengaplikasian kombinasi drone dan kamera termal. Untuk pengamanan perbatasan darat, drone bisa diaplikasikan secara rutin dengan terbang mengitari sekitar wilayah perbatasan pada malam hari. Keberadaan kamera termal pada drone memungkinkan pengawas perbatasan mendeteksi penyusup yang bersembunyi di balik semak-semak atau pepohonan.
Demikian juga dengan solusi perbatasan laut. Kamera termal bisa disandingkan dengan radar untuk meningkatkan jarak pantau hingga 20-30 kilometer. Selain itu, kamera termal yang dipasangkan pada drone bisa mengawasi pergerakan objek tak dikenal dari udara.
“Keberadaan drone yang dilengkapi kamera termal bisa meminimalisir potensi petugas perbatasan kehilangan jejak. Drone mengawasi dengan terus mengikuti objek sembari mengirimkan informasi visual dan koordinat objek kepada petugas perbatasan.”

Misi Penyelamatan


Indonesia diberkahi bentang alam yang luas, berikut gunung dan lautan, sehingga tidak mengherankan jika kita memiliki banyak lokasi wisata alam. ada baiknya pihak pengelola lokasi wisata alam memanfaatkan kombinasi teknologi kamera termal dan drone untuk mengawasi para pengunjung, sekaligus menjamin keamanan dan keselamatan mereka.
“Drone yang dipasangkan kamera termal bisa digunakan untuk pencarian pendaki gunung yang tersesat atau misi penyelamatan manusia di lautan lepas. Sekalipun kondisi badannya sedingin air di sekitarnya, namun bagian atas tubuhnya masih memancarkan panas.”
Di negara-negara maju, pemanfaatan kombinasi drone dan kamera termal banyak dipakai untuk misi penyelamatan, salah satunya oleh petugas pemadam kebakaran, terutama untuk mendeteksi keberadaan pusat titik api.
Dengan begitu, tim pemadam kebakaran tidak perlu mengirimkan petugasnya mencari pusat titik api, sehingga mengurangi risiko keamanan dan keselamatan petugas.

Pengamanan Komersial

inspeksi merupakan kegiatan penting dan rutin dalam sektor industri dan perkebunan. Perkebunan di Eropa sudah banyak yang memanfaatkan kombinasi drone dan kamera termal untuk memeriksa kondisi pohon melalui radiasi panas yang dipancarkan saat tumbuhan melakukan proses fotosintesis.
Bukan itu saja, sejumlah industri di beberapa negara Eropa juga memanfaatkan kombinasi ini untuk pemeriksaan kondisi panel surya di area pembangkit listrik tenaga surya. “Kombinasi kedua teknologi ini bahkan mampu mendeteksi jika ada benda yang menghalangi panel surya menyerap sinar matahari,”

Diprediksi kombinasi ini akan segera menjadi salah satu inovasi teknologi yang dibutuhkan dalam sistem keamanan dalam berbagai skala, bahkan untuk pengamanan skala kecil seperti hunian sekalipun.

 

SUMBER : Digital Security magazine

http://www.yamaha-vega.or.id/wp-content/uploads/2017/01/DroneBannerImage.jpghttp://www.yamaha-vega.or.id/wp-content/uploads/2017/01/DroneBannerImage-150x150.jpgRedaksiTechdrone; yvml; digital securityPengawasan (surveillance) merupakan bagian tak terpisahkan dari sistem keamanan. Keterbatasan yang dimiliki mata manusia telah menjadikan kamera sebagai perangkat pengawasan yang sangat penting. Namun tidak semua jenis kamera dibekali teknologi tinggi yang bisa diandalkan di segala medan. Berkenaan dengan itu, teknologi Thermal Imaging bisa menjadi solusi pengawasan yang tangguh...From Opensource to Brotherhood