Macet, sebuah kata yang sudah tidak asing didengar terutama di kota-kota besar.
Sebenarnya apa sih macet itu ?
Menurut penulis, macet adalah suatu kondisi dimana sebuah laju/arus terhenti.
Contoh : pulpen macet (arus tinta terhenti), kredit macet (pembayaran terhenti), software macet (sebuah proses terhenti), dsb
Sedangkan di dunia lalu lintas, macet adalah terhentinya arus kendaraan pada ruas jalan yang mengakibatkan penumpukan kendaraan.
Disini, penulis coba bahas macet pada lalu lintas, karena kalo bahas pulpen macet manfaatnya kurang.

Kenapa macet itu bisa terjadi ?
Banyak orang berpendapat karena pertumbuhan kendaraan yang pesat. Dimana kendaraan saat ini mudah didapat, baik secara cash ataupun kredit, baru atau bekas. Ya, sebenarnya ngga salah sih kalo pertumbuhan kendaraan menjadi penyebab kemacetan, tapi itu menjadi salah satu penyebab, dan bukan penyebab utama.
Kalo gitu apa penyebab utamanya ? Sedikit orang yang menggunakan angkutan umum ?
Bukan, sedikit pengguna angkutan umum juga hanya menjadi salah satu penyebab, bukan penyebab utama.

Penyebab utamanya adalah semakin banyaknya pengendara/pengemudi yang tidak disiplin/taat aturan. Bertambahnya pengguna jalan memang sejalan dengan bertambahnya kendaraan, tapi jika pengguna jalan semuanya disiplin, jumlah kendaraan bertambah pun tidak akan menyebabkan kemacetan.

Penulis akan menceritakan pengalaman di daerah penulis.
Baru-baru ini di daerah penulis selesai dibangun sebuah jalan flyover. Flyover ini oleh pemerintah setempat dibangun agar mengurangi kemacetan. Setelah selesai dibangun, banyak pengguna jalan yang mengeluhkan kemacetan tetap terjadi, flyover tidak mengurangi kemacetan, dan mereka menuduh bahwa kendaraan semakin banyak, serta pada ngga mau menggunakan angkutan umum.
Penulis akan katakan bahwa mereka 100% SALAH.
Mereka tidak menganalisis lebih lanjut, apa yang menyebabkan kemacetan. Berhubung penulis setiap hari melewati jalan dan flyover tersebut, maka penulis dapat memberikan penyebab kemacetan yang terjadi.

Ruas jalan tersebut sepanjang kurang lebih 700 meter sebelum flyover. Sepanjang jalan itu ada 4 persimpangan kecil. Nah penyebab kemacetan itu adalah di persimpangan-persimpangan kecil tersebut. Banyaknya pengguna jalan yang tidak disiplin, menyeberang sembarangan, sehingga menghambat laju/arus kendaraan di jalan utama. Oleh pemerintah sendiri sudah diatur sedemikian rupa agar kendaraan tidak langsung menyeberang, tapi mengikuti arah arus jalan utama, lalu putar balik di tempat yang sudah disediakan (bawah flyover). Kemacetan itu terjadi di persimpangan-persimpangan itu, terutama persimpangan sebelum flyover. Setelah persimpangan itu, arus lalin lancar, bahkan di flyover lengang, sehingga flyover memang mengatasi kemacetan karena di flyover-nya arus lalin lancar.
Itu sebuah cerita nyata yang dialami penulis.

Adapula kemacetan terjadi karena adanya Bottleneck atau penyempitan jalan atau berkurangnya jumlah lajur kendaraan. Ini juga terjadi karena ketidakdisiplinan pengguna jalan, bukan banyaknya kendaraan. Seringkali penulis lihat ruas jalan yang seharusnya 2 lajur mobil, namun menjadi 3 lajur mobil, maka saat terjadi penyempitan (kembali menjadi 2 lajur), kemacetan tidak terindahkan. Padahal aturan sudah menjelaskan jalan itu 2 lajur berdasarkan marka jalan yang ada. Karena pengguna jalan tidak disiplin, maka ketika ada celah, mereka masuk di celah tersebut dengan dalih ingin lebih cepat sampai atau tidak ingin macet, padahal merekalah penyebab kemacetan tersebut.

Bottleneck tidak terjadi hanya karena itu, tapi bisa terjadi juga karena ada kendaraan yang berhenti atau parkir sembarangan. Padahal jumlah lajur di ruas jalan itu sudah benar. Akan tetapi karena ada yang berhenti atau parkir sembarangan (biasanya angkutan umum), maka ruas jalan menjadi menyempit, kendaraan menumpuk kembali.

Sebenarnya masalah bottleneck bisa diatasi jika sesama pengguna jalan saling menghormati. Caranya adalah satu-persatu bergantian melewati jalan yang menyempit, misal satu mobil di lajur 1, mobil di lajur 2 mempersilahkan, kemudian bergantian satu mobil di lajur 2, mobil di lajur 1 mempersilahkan. Ini akan membuat arus lalu lintas tetap bergerak, karena macet adalah kondisi dimana arus terhenti.

Selain itu ada lagi penyebab kemacetan karena pengguna jalan (terutama roda 2) melanggar aturan dengan melaju melawan arah. Hanya karena tidak mau berputar ditempat seharusnya, para pengguna jalan melawan arah, yang membuat kendaraan yang melaju dengan arah yang benar menjadi terhambat karena menghindari para pelanggar tersebut. Secara otomatis kendaraan-kendaraan yang benar HARUS mengurangi kecepatan bahkan tidak jarang mereka berhenti, ini akan menyebabkan penumpukan kendaraan di area itu dan menghentikan arus lalu lintas.

Penyebab lain adalah pengguna kendaraan roda 2 yang tidak tau diri, bawa motor seenaknya, sering melanggar aturan. Contohnya adalah ketika pengguna kendaraan roda 2 (pemotor), menggunakan lajur kanan untuk mendahului. Memang benar mendahului di lajur kanan, tapi seringkali mengambil lajur berlawanan, yang mana saat berpapasan dengan kendaraan dari depan, pemotor tidak dapat langsung kembali ke lajur seharusnya karena padat juga. Kondisi tersebut semakin parah karena pemotor dari arah belakang bukannya mengantri, tapi malah mengambil lajur semakin ke kanan, demi mendapatkan akses jalan duluan. Ini yang jelas-jelas menyebabkan kemacetan di dua arah ruas jalan tersebut. Coba kalau pemotor dibelakang ikut antri, sehingga mobil dari arah depan dapat tetap melaju, atau para pemotor tetap menggunakan lajur sebelah kiri.

Terakhir adalah pengguna kendaraan tidak berperilaku sesuai dengan kendaraan yang digunakan. Contohnya pengguna kendaraan roda 4 membawa kendaraannya seperti membawa kendaraan roda 2, selap-selip di keramaian, masuk ke celah-celah diantara kendaraan, ambil lajur kanan melewati marka pembatas jalan.

Sebenarnya masih banyak penyebab-penyebab kemacetan akibat ketidakdisiplinan pengguna jalan, namun yang penulis sampaikan hanya yang sering terjadi dan penulis alami sehari-hari.

Kesimpulannya dari artikel ini adalah kemacetan lalu lintas terjadi karena semakin banyaknya pengguna jalan yang tidak disiplin / taat aturan, bukan karena banyaknya kendaraan atau sedikitnya pengguna kendaraan umum. Jika setiap pengguna jalan disiplin / taat aturan, niscaya sebanyak apapun kendaraan tidak akan ada kemacetan hanya kepadatan, karena macet adalah kondisi dimana arus lalu lintas terhenti.
Semoga dengan adanya artikel ini, dapat menumbuhkan dan meningkatkan rasa kedisiplinan dalam berkendara, baik itu roda 2 maupun roda 4.

Kemacetan tidak terjadi karena kurangnya perhatian pemerintah, tapi kemacetan terjadi karena pengguna jalan itu sendiri.

Salam,

YVML-100

Arista FebiandaOtomotifbottleneck,kemacetan,macetMacet, sebuah kata yang sudah tidak asing didengar terutama di kota-kota besar. Sebenarnya apa sih macet itu ? Menurut penulis, macet adalah suatu kondisi dimana sebuah laju/arus terhenti. Contoh : pulpen macet (arus tinta terhenti), kredit macet (pembayaran terhenti), software macet (sebuah proses terhenti), dsb Sedangkan di dunia lalu lintas, macet adalah terhentinya...From Opensource to Brotherhood